Thursday, 16 September 2010

the life story II

Next story...


Anak tengah ini adalah tipe orang yang di bilang pemalu tapi pemberani, pemberani tapi pemalu…gimana tuch??? Artinya ada satu kondisi dimana dia bisa memposisikan dirinya harus berani menghadapinya, tapi tak jarang kalo dia suatu saat di hadapkan dengan sesuatu harus malu melakukannya… (ga ngerti ya??? ) sama.hehehe. tapi keliatannya dia orangnya pemberani. Berani menghadapi kondisi apapun. Banyak pengalaman yang dia alami selama hidupnya. Dan menjadi warna di setiap hari2nya…Subhanallah indahnya….. J.


Banyak yang dia ceritakan disini, antaranya pengalaman hidupnya di pondok. Mungkin memang segala sesuatu itu harus di dasari dengan niat dan pastinya hasilnya pun akan seperti apa yang di niatkannya. Awal hidupnya di pondok dia ingin menambah ilmunya yang belum banyak ia dapatkan selama di sekolah dasar. Di pondok dia banyak mendapatkan hal yang plus-plus. Diantaranya tambahan ilmu agama yang ia terima selain ilmu yang telah orang tuanya berikan selama di rumah dulu. Dia belajar banyak tentang ilmu kehidupan dan kedewasaan juga kepemimpinan. Si tengah ini kadang selalu di jadikan leader oleh teman2nya. Ga tau kenapa? Mungkin mereka melihat dari perawakannya yang aga besar ato mungkin dia punya charisma yang tinggi ( pd mode on) hihihihihi. Tapi memang tak jarang sewaktu dia masih duduk di sekolah dasar ketika madrasah pengajian ba'da maghrib sedang berlangsung dan ibunya berhalangan untuk hadir , ibunya menyuruhnya untuk menggantikannya memimpin pangaosan di depan. Mungkin dari situ jiwanya sudah di bentuk untuk menjadi pemimpin. Dan sekarang dia merasakan pengalaman organisasi di pondoknya, dan bisa terjun langsung mempraktekan bagaimana memimpin. Seperti moto pondok kami Siap memimpin dan Siap di pimpin. Ketika kelas 3 Tsanawiyah dia langsung di tunjuk menjadi bagian keamanan. Kenapa keamanan??? Ga tau juga, mungkin paras mukanya aga menyeramkan? Ato cocok untuk menjadi sosok yang di segani dan di takuti?? Terserah anda memandangnya bagaimana, yang pasti dia enjoy menjalani tugas ini.


masa ada keamanan yang di amankan??? Tanya kenapa?? Ternyata dia sedang mempunyai seseorang kala itu. Sedangkan di pondok tidak boleh melakukan pacaran (kalo istilah anak muda mah). Tapi apa boleh buat ini sudah menjadi rahasia umum, tak ada seorangpun yang tidak tau tentang mereka. Tapi untungnya dia tidak pernah melakukan trik lama, yaitu menangkap langsung orang yang sedang mengobrol berdua, tapi dia panggil seorang ustadzah untuk menghukumnya langsung. Jadi dia tidak munafik, menghukum orang tapi ternyata dia juga melakukan. Menurut anda ??? cukup bagus kan strateginya??hehehehe. a'alakullihaal semuanya baik2 aja. Hingga dua periode dia mengemban amanat ini. dan di periode ketiga dia di berikan amanat yang lebih berat dari ini yaitu menjadi leadernya, ato ketua OPPM, lagi2 dia hanya bisa berharap moga dia bisa menjalankan amanah ini dengan baik tanpa menyelewengkannya dan melanggarnya. Dia ingin memberikan yang terbaik untuk orang2 yang memberikan kepercayaan padanya. Tak jarang dia share masalah yang dia hadapi dengan orang tuanya. Secara orang tuanya juga dulu tinggal di pondok dan pernah berorganisasi dan mereka pun pernah menjadi leader seperti yang dia emban saat ini. banyak masukan dan saran yang mereka berikan, tentunya sangat mebangun. Ga ngerti yah, mungkin memang benar pepatah bilang buah jatuh ga jauh dari pohonnya!! Itu memang terjadi pada mereka, kakanya pun menjadi leader di pondok putranya. Dan mereka berdua sering share bagaimana menjalani nya agar balance antara putra dan putri.


Singkat cerita, si sulung lulus selama 6 tahun hidup di pondok dengan hasil yang baik dan dia ingin melanjutkan kuliah nya di salah satu Universitas swasta di Bandung. Alhamdulillah sekarang dia sudah menjadi sarjana. (duh senangnya….). ketika kakanya sudah menyelesaikan sekolahnya di pondok, tinggal lah dia dan adiknya di pondok… dia tidak pernah menyangka adiknya yang begitu pemalu ternyata menyimpan begitu banyak talent. Dari mulai mengikuti club basket, pramuka, dan ternyata dia menyimpan suara emasnya. Dia tidak pernah tau adiknya mengikuti group nasyid. Dan dia berani perform di depan orang banyak…jelas kakanya sangat banggaJ. Apalagi dia sekarang sudah bertambah dewasa, dan mulai dipilih menjadi ketua keputrian di sekolahnya yang sekarang. Karna dia angkatan pertama disana dan paling di tuakan. Di pondok dia hanya 3 tahun karna kakanya sudah lulus akhirnya dia memutuskan untuk berpindah sekolah. Dan Alhamdulillah insyaallah lebih baik…J


Ketika kakanya yang tengan keluar pondok sempet kebingungan, mau dimana dia melanjutkan kuliahnya??apa mengabdi di pondok?? Engga dia ga mau ngabdi di pondok, akhirnya ketika dia dan orang tuanya datang kerumah pimpinan pondoknya, dengan spontan beliau mengatakan "udah kuliah di Mesir aja..". wah dia kaget, karna dia ga pernah terfikir untuk belajar kesana, dia ga punya basic menghafal Al-Qur'an. Dan akhirnya dengan beberapa pemikiran dan pertimbangan keluarga dia memutuskan untuk belajar disana. Beberapa persyaratan sudah ia penuhi, termasuk mendaftarkan diri ke DEPAG untuk mengikuti test sebelum berangkat kesana. Tepatnya di salah satu Universitas di Bandung. Dengan bekal yang seadanya dan persiapan yang sangat mendadak. Pagi itu dia berangkat untuk mengikuti test diantar oleh ayahnya di Universitas dimana dia mendaftar. Masih terlihat kosong, belum terlihat ada lalulalang mahasiswa dan mahasiswi disana. Setelah beberapa jam, lalu berdatangan orang2, dia tidak tau mana mahasiswa/I atau yang akan mengikuti test. Yang jelas dia tidak mempunyai teman untuk mengobrol atau bertanya sesuatu tentang apa yang akan di ujikan nanti. Dia hanya pasrah dan mempersiapakan apa yang sudah dia siapkan. Akhirnya waktu yang di tunggu datang juga. Dia mengikuti test dan menjawab semua pertanyaan dengan baik. Dan pengumuman untuk test lisan diadakan besok pagi. Singkat cerita dia mendengar pengumuman kelulusannya, dan dia tidak termasuk kedalam orang2 yang lulus, dengan hati lapang dia bisa menerima. Saat itu dia berfikir mungkin memang bukan waktunya dan yakin Allah mempunyai rencana lain disana. Mediator pun ber inisiatif ingin tetap memberangkatkan dia kesana, dan tanpa beberapa pengalaman dan informasi dia hanya mengikuti apa yang mediator katakan.


bersambung.... :-)