serunya jalan2 bareng temen2 @ kawah putih dan situ patengan Bandung...
mau liat keseruannya???
cekidot deh :D
Weisss ma men ma brooo ,,,^^
my beloved mom & dad :)
akhirnya,,,,, kebuka juga ni Blog.....
padahal dari kemaren udah streeeeeeeeesssssssss !!!!!
awal april inih kita buka dengan video Briptu Norman yang lagi happening banget. dan dengan gayanya yang mangstabbbb
cekidot deh!!!

Next story...
Anak tengah ini adalah tipe orang yang di bilang pemalu tapi pemberani, pemberani tapi pemalu…gimana tuch??? Artinya ada satu kondisi dimana dia bisa memposisikan dirinya harus berani menghadapinya, tapi tak jarang kalo dia suatu saat di hadapkan dengan sesuatu harus malu melakukannya… (ga ngerti ya??? ) sama.hehehe. tapi keliatannya dia orangnya pemberani. Berani menghadapi kondisi apapun. Banyak pengalaman yang dia alami selama hidupnya. Dan menjadi warna di setiap hari2nya…Subhanallah indahnya….. J.
Banyak yang dia ceritakan disini, antaranya pengalaman hidupnya di pondok. Mungkin memang segala sesuatu itu harus di dasari dengan niat dan pastinya hasilnya pun akan seperti apa yang di niatkannya. Awal hidupnya di pondok dia ingin menambah ilmunya yang belum banyak ia dapatkan selama di sekolah dasar. Di pondok dia banyak mendapatkan hal yang plus-plus. Diantaranya tambahan ilmu agama yang ia terima selain ilmu yang telah orang tuanya berikan selama di rumah dulu. Dia belajar banyak tentang ilmu kehidupan dan kedewasaan juga kepemimpinan. Si tengah ini kadang selalu di jadikan leader oleh teman2nya. Ga tau kenapa? Mungkin mereka melihat dari perawakannya yang aga besar ato mungkin dia punya charisma yang tinggi ( pd mode on) hihihihihi. Tapi memang tak jarang sewaktu dia masih duduk di sekolah dasar ketika madrasah pengajian ba'da maghrib sedang berlangsung dan ibunya berhalangan untuk hadir , ibunya menyuruhnya untuk menggantikannya memimpin pangaosan di depan. Mungkin dari situ jiwanya sudah di bentuk untuk menjadi pemimpin. Dan sekarang dia merasakan pengalaman organisasi di pondoknya, dan bisa terjun langsung mempraktekan bagaimana memimpin. Seperti moto pondok kami Siap memimpin dan Siap di pimpin. Ketika kelas 3 Tsanawiyah dia langsung di tunjuk menjadi bagian keamanan. Kenapa keamanan??? Ga tau juga, mungkin paras mukanya aga menyeramkan? Ato cocok untuk menjadi sosok yang di segani dan di takuti?? Terserah anda memandangnya bagaimana, yang pasti dia enjoy menjalani tugas ini.
masa ada keamanan yang di amankan??? Tanya kenapa?? Ternyata dia sedang mempunyai seseorang kala itu. Sedangkan di pondok tidak boleh melakukan pacaran (kalo istilah anak muda mah). Tapi apa boleh buat ini sudah menjadi rahasia umum, tak ada seorangpun yang tidak tau tentang mereka. Tapi untungnya dia tidak pernah melakukan trik lama, yaitu menangkap langsung orang yang sedang mengobrol berdua, tapi dia panggil seorang ustadzah untuk menghukumnya langsung. Jadi dia tidak munafik, menghukum orang tapi ternyata dia juga melakukan. Menurut anda ??? cukup bagus kan strateginya??hehehehe. a'alakullihaal semuanya baik2 aja. Hingga dua periode dia mengemban amanat ini. dan di periode ketiga dia di berikan amanat yang lebih berat dari ini yaitu menjadi leadernya, ato ketua OPPM, lagi2 dia hanya bisa berharap moga dia bisa menjalankan amanah ini dengan baik tanpa menyelewengkannya dan melanggarnya. Dia ingin memberikan yang terbaik untuk orang2 yang memberikan kepercayaan padanya. Tak jarang dia share masalah yang dia hadapi dengan orang tuanya. Secara orang tuanya juga dulu tinggal di pondok dan pernah berorganisasi dan mereka pun pernah menjadi leader seperti yang dia emban saat ini. banyak masukan dan saran yang mereka berikan, tentunya sangat mebangun. Ga ngerti yah, mungkin memang benar pepatah bilang buah jatuh ga jauh dari pohonnya!! Itu memang terjadi pada mereka, kakanya pun menjadi leader di pondok putranya. Dan mereka berdua sering share bagaimana menjalani nya agar balance antara putra dan putri.
Singkat cerita, si sulung lulus selama 6 tahun hidup di pondok dengan hasil yang baik dan dia ingin melanjutkan kuliah nya di salah satu Universitas swasta di Bandung. Alhamdulillah sekarang dia sudah menjadi sarjana. (duh senangnya….). ketika kakanya sudah menyelesaikan sekolahnya di pondok, tinggal lah dia dan adiknya di pondok… dia tidak pernah menyangka adiknya yang begitu pemalu ternyata menyimpan begitu banyak talent. Dari mulai mengikuti club basket, pramuka, dan ternyata dia menyimpan suara emasnya. Dia tidak pernah tau adiknya mengikuti group nasyid. Dan dia berani perform di depan orang banyak…jelas kakanya sangat banggaJ. Apalagi dia sekarang sudah bertambah dewasa, dan mulai dipilih menjadi ketua keputrian di sekolahnya yang sekarang. Karna dia angkatan pertama disana dan paling di tuakan. Di pondok dia hanya 3 tahun karna kakanya sudah lulus akhirnya dia memutuskan untuk berpindah sekolah. Dan Alhamdulillah insyaallah lebih baik…J
Ketika kakanya yang tengan keluar pondok sempet kebingungan, mau dimana dia melanjutkan kuliahnya??apa mengabdi di pondok?? Engga dia ga mau ngabdi di pondok, akhirnya ketika dia dan orang tuanya datang kerumah pimpinan pondoknya, dengan spontan beliau mengatakan "udah kuliah di Mesir aja..". wah dia kaget, karna dia ga pernah terfikir untuk belajar kesana, dia ga punya basic menghafal Al-Qur'an. Dan akhirnya dengan beberapa pemikiran dan pertimbangan keluarga dia memutuskan untuk belajar disana. Beberapa persyaratan sudah ia penuhi, termasuk mendaftarkan diri ke DEPAG untuk mengikuti test sebelum berangkat kesana. Tepatnya di salah satu Universitas di Bandung. Dengan bekal yang seadanya dan persiapan yang sangat mendadak. Pagi itu dia berangkat untuk mengikuti test diantar oleh ayahnya di Universitas dimana dia mendaftar. Masih terlihat kosong, belum terlihat ada lalulalang mahasiswa dan mahasiswi disana. Setelah beberapa jam, lalu berdatangan orang2, dia tidak tau mana mahasiswa/I atau yang akan mengikuti test. Yang jelas dia tidak mempunyai teman untuk mengobrol atau bertanya sesuatu tentang apa yang akan di ujikan nanti. Dia hanya pasrah dan mempersiapakan apa yang sudah dia siapkan. Akhirnya waktu yang di tunggu datang juga. Dia mengikuti test dan menjawab semua pertanyaan dengan baik. Dan pengumuman untuk test lisan diadakan besok pagi. Singkat cerita dia mendengar pengumuman kelulusannya, dan dia tidak termasuk kedalam orang2 yang lulus, dengan hati lapang dia bisa menerima. Saat itu dia berfikir mungkin memang bukan waktunya dan yakin Allah mempunyai rencana lain disana. Mediator pun ber inisiatif ingin tetap memberangkatkan dia kesana, dan tanpa beberapa pengalaman dan informasi dia hanya mengikuti apa yang mediator katakan.
bersambung.... :-)
Ekheeemmm
Bismillah,,,
dengan menyebut nama Allah yang Maha dari segala Maha, Maha pengasih juga penyayang ummatnya….
My first note in this blog,, may be nice;)
Pengen coba nulis, dan yang jelas ingin menjadi manfaat untuk orang banyak,,, banyak cerita, yang bersuka juga berduka… semuanya berwarna. Indah, asyik juga menarik… ga bisa di hitung seberapa suku kata, ato alinea ato paragraph juga lembaran cerita hidup yang sudah ku jalani selama 21 tahun terakhir ini… hanya mungkin ada beberapa yang menarik untuk di ceritakan dan mungkin untuk share sama temen2 semuanya…J
Smoga berkenan membacanya……. J
First story of life
Berawal dari sebuah cerita kehidupan dua anak muda yang hidup di sebuah pondok yang dimana disana terdapat baaanyak sekali mystery kehidupan, lika liku cerita anak-anak SMA yang baru dewasa,,, dan jelas sarat akan pelajaran hidup, juga perlajaran ruhiyah dan Ilahiyah,,,
Singkat cerita mereka di pertemukan oleh Tuhan untuk menjalani hidup bersama suka maupun duka. Dan akhirnya setelah berjalannya waktu mreka mempunyai 3 orang anak dengan tipe –tipe yang berbeda. Yang pertama seorang laki2 perawakan tinggi, orangnya cool calm tapi kadang orangnya kurang confidence hehehe. Meski begitu dia sudah menyelesaikan S1-nya di sebuah Universitas swasta di bilangan Buah Batu Bandung…( bro I proud of youJ). Dan selang 2 tahun tepat di bulan Oktober lahirlah seorang anak perempuan yang hingga saat ini dia masih ada di negeri orang untuk mencari jati dirinya yang belum ketemu..heu. sejak kecil dia tidak pernah berfikir bisa bebas seprti teman lainnya, seperti main ke mall ato jalan2 sambil nonton di bioskop. Karena dia dan saudaranya tidak pernah di ajarkan untuk hal2 seperti itu. Dan kebiasaan kami hanya tinggal di rumah dan pergi bersama keluarga. Dan selang 2 tahun lagi tepat di bulan yang sama hanya beda beberapa tanggal saja lahir juga si bungsu tapi badannya lebih besar dari kakax alias bongsor… dede tidak seperti kebanyakan anak bungsu lainnya. Yang kadang kelewat manja. Tapi dia cukup penurut dan sangat pengertian terhadap saudara2 yang lainnya. Hanya saja dia sangat pendiam dan aga pemalu… dia kadang hanya menjadi pendengar setia curhatan kakax.hihihihi..(love you de:- *). Yah dari ketiga anak ini banyak hal yang bisa orang tuanya banggakan, dan tak sedikit juga di buatnya kecewa oleh mereka… harapan orang tua terhadap anaknya ingin selalu terpenuhi, tapi tak banyak yang bisa kita lakukan untuk memenuhinya. Hanya kita bisa berusaha memenuhinya. Dan hasilnya???.... may be yes may be no!!! Seperti kebanyakan orang tua lainnya mereka sudah merancang rencana hidup anaknya kedepan. Akan dibawa kemana hidup anak2nya ini. yang pasti kejalan yang di Ridhoi Allah… akhirnya si sulung pun di jadikan tumbal pertama bagaimana rasanya hidup di pondok seperti orang tuanya, yang jauh dari keluarga dan dia harus membiasakan hidupnya tanpa mereka dan melakukannya sendiri(berdikari). Singkat cerita dia bisa bertahan di pondok walau tak sedikit ibunya mendengar banyak keluhan darinya… toh pada akhirnya orang tuanya pun tidak akan membiarkannya keluar dari pondok. Demi masa depan anaknya.
Selang satu tahun kemudian anak yang kedua akan memasuki jenjang SMP / Tsanawiyah. Ada yang berbeda darinya. Dari dulu dia tidak pernah berfikir untuk bisa bersekolah di sekolah Negeri / Umum. Dia hanya ingin seperti apa yang sering orang tuanya ceritakan dia ingin mengalami bagaimana serunya hidup di pondok. Saat itu dia ingin bersekolah dimana orang tuanya dulu mondok. Tapi ternyata ada pembukaan pendaftaran untuk siswi putri di pondok kakanya bersekolah. Akhirnya tanpa panjang lebar orang tuanya mendaftarkanya disana singkatnya biar lebih irit kalo jengukin anak2nya..hehehehe. dan ternyata memang jadi cukup hemat:D. disinilah mereka bisa belajar dewasa, dan mendewasakan diri mereka dengan seiring perkembangan psikologis mereka. Secara tidak langsung orang tua pun tidak banyak terbebani oleh kenakalan mereka ketika berada di rumah, yang harus membangunkan mereka untuk sekolah pagi, belum lagi dengan hal2 lainnya yang membuat orang tua streeeesss karenanya. Dan selang dua tahun kemudian si bungsu juga bersekolah di tempat yang sama. Lagi2 alasannya biar lebih irit. Dan Alhamdulillah kita bisa bertahan hidup bersama di pondok.

